Monday, August 18, 2014

PPt Jurnal J.Tobin - Liquidity Preference as Behaviour Towards Risk

Sunday, August 17, 2014

Terbelenggu

Menit-menit berlalu
helaan napas terdengar jemu
entah..
rasa yang tak terbendung kembali terhampir
pilu..
kembali sesak
Sesal..
putaran waktu kian membelenggu..
Angin ribut tak mengusik
hujan badai tak mengganggu
tak peduli..
Riak di pelupuk mata menemani
Hampa..
Perawan tua di ujung asa..
Menua..

Monday, April 28, 2014

Taksonomi bloom kognitif level c1

Bentuk-bentuk Pasar

Cara Mengatasi Masalah Ekonomi

Monday, April 21, 2014

Sadar heii.. sadar!!


Untuk apa kau masih menyimpan rasa yang tak mampu kau genggam?? Untuk apa kau pertahankan rasa yang tak mampu kau raih?? Untuk apa kau pendam rasa yang tak mampu kau miliki??
Untuk apa kau berusaha terlihat cantik?? Padahal kau tahu, berdandan pun kau tak pandai.
Untuk apa kau berusaha menjadi orang lain?? Padahal  kau tahu, menjadi diri sendiri saja kau masih sulit.
Untuk apa kau banding-bandingkan dirimu dengan seseorang yang dia sayang?? Padahal kau tahu, perbedaanmu begitu jauh.
Untuk apa kau merona saat bertemu pandang?? Padahal kau tahu, itu hanya kebetulan.
Untuk apa kau masih berharap?? Padahal kau tahu, sedetik pun tak mungkin dia memikirkanmu.
Untuk apa kau labuhkan hatimu pada dia yang tak akan pernah mungkin ingin bersamamu??
Kau pernah tersadar, bahkan berulang kali kau tersadar dari lamunan panjang.
Tapi, berulang kali kau lupa, kau pun kembali berkhayal.
Berulang kali kau mencoba menjauh, sekedar menghentikan rasa yang kau simpan teramat utuh.
Tapi, berulang kali kau lupa, kau pun kembali memendam.
Berulang kali kau mencoba membisu, diam tak menentu.
Tapi, berulang kali kau lupa, kau pun kembali merindu.
Heran dan teramat sangat heran.                                                                                           
Kau simpan rasa mu bertahun lamanya. Tak kah kau bosan?? Tak kah kau ingin berhenti?? Tak kah kau tersadar??
Kau pun layak untuk dicintai!!                                                                 
Senyum manis yang kau paksakan, malah terlihat miris. Cemburumu, candamu, marahmu, bisumu, harapmu, cintamu, kau pendam teramat utuh. Dan kau masih bisa berharap, berharap sedetik dia memikirkanmu, berharap sedetik itu menjadi detik demi detik.
Padahal kau tahu,
Ah, mungkin saja kau terlalu sibuk untuk tahu..
didekat mu, ada seseorang yang teramat tulus mencintaimu.

Aku bingung,
bingung padamu hati ku.....

Selasa, 15 April 2014
#didedikasikan buat siapapun yang pernah menyimpan rasa yang tak  pernah terungkapkan ^-^

Friday, March 7, 2014

Mahasiswa Tingkat Akhir :D

Gak terasa empat tahun hampir berlalu, itu artinya masa berlaku saya menjadi mahasiswa hampir mendekati masa expired, waduh!. Empat tahun terasa singkat sejak saya menghempaskan diri di tahun terakhir kuliah, ingin rasanya waktu kembali ke tahun-tahun sebelumnya ketika senyuman masih terkembang indah, karena gak percaya akhirnya bisa juga jadi anak kuliahan, ketika langkah masih terasa gontai, karena masih berpikir empat tahun itu jangka waktu yang lama., ketika kaki masih terbalut sepatu kets dan bergaya santai, karena gak berpikir penampilan juga menjadi salah satu prioritas utama menunjukkan kinerja dan syarat diterima kerja ~_~, baru nyadar hidup saya nyantai banget rasanya.
Daaan, akhirnya, ketika waktu ini tiba, semester akhir berstatus sebagai mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNP, saya mulai kelabakan, emang bener kata orang, kuliah itu berasa banget ketika berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir. Saya pun mengakuinya. Daan, dimulailah perjalanan saya agar bisa mengenakan jubah dan topi berwarna hitam, pakaian yang dinanti dan dirindukan seluruh mahasiswa, TOGA. Dari menemui dosen PA (pembimbing akademik) yang susah untuk ditemui, plus saya yang emang jarang banget konsul dan bertemu dengan dosen PA, menobatkan hari itu sebagai hari yang sulit, karena untuk bertemu dalam rangka (ceilah :-D) konsultasi judul dan berharap untuk di acc langsung, keberanian saya kayak ombak di pantai, kadang pasang kadang surut.
Sampai di gedung Magister Manajemen, Alhamdulillah, saya dan teman saya, Dya, langsung bertemu dengan dosen PA, dosen PA saya ini memang sering ngisi kuliah di S2, setelah mulai pasang surut lagi yang rasanya begitu lama, akhirnya saya memberanikan diri untuk berhadapan dan mulai konsultasi judul, Alhamdulillah, judul saya pun di acc setelah melalui dialog yang membuat saya panas dingin. Wajar, pertama kalinya konsul. ^___^ .

 

Candy_candy Published @ 2014 by Ipietoon